Review Redmi A7 Pro: Layar 120Hz dan Baterai 6000 mAh di Harga Rp1,7 Jutaan
Intips.net - Pasar smartphone entry-level selalu menarik untuk diamati. Di satu sisi, produsen harus menekan biaya agar harga tetap terjangkau. Di sisi lain, mereka juga perlu menghadirkan fitur yang cukup menarik agar perangkat tetap kompetitif dibanding rival di kelas yang sama.
Situasi ini semakin menantang dalam beberapa tahun terakhir. Harga smartphone secara umum cenderung naik akibat biaya komponen, distribusi, hingga nilai tukar yang berubah. Dampaknya, ponsel di kisaran harga satu jutaan sering kali harus berkompromi di berbagai sektor.
Di tengah kondisi tersebut, Xiaomi masih mencoba mempertahankan strategi lamanya di segmen entry-level: menghadirkan spesifikasi yang terasa “maksimal” di kelas harga. Redmi A7 Pro menjadi salah satu contoh pendekatan ini.
Dengan harga sekitar Rp1.700.000, perangkat ini menawarkan kombinasi layar refresh rate tinggi dan baterai besar. Namun seperti smartphone entry-level pada umumnya, pendekatan ini juga diikuti dengan beberapa kompromi.
Maka pertanyaan utamanya adalah: apakah Redmi A7 Pro benar-benar menawarkan nilai terbaik di kelasnya?
Desain dan Layar
Secara keseluruhan, desain Redmi A7 Pro terasa sederhana namun tetap terlihat elegan. Salah satu elemen yang cukup menarik ada pada housing kamera berbentuk obround memanjang. Dari luar terlihat seperti memiliki dua kamera, meskipun sebenarnya hanya satu kamera yang aktif digunakan.
Pilihan warna yang ditawarkan juga cukup menarik untuk kelas entry. Varian hijau misalnya terlihat menonjol namun tetap kalem. Finishing matte pada bagian belakang membantu mengurangi bekas sidik jari sekaligus memberikan grip yang nyaman saat digenggam.
Namun ukuran perangkat memang terasa besar. Dengan layar hampir 7 inci, ponsel ini terasa cukup lebar bahkan untuk tangan besar. Penggunaan satu tangan dalam waktu lama mungkin kurang nyaman, tetapi ukuran ini memberikan keuntungan berupa area layar yang luas.
Salah satu daya tarik utama Redmi A7 Pro adalah layar 6,9 inci IPS LCD dengan refresh rate 120Hz. Fitur ini masih tergolong jarang di kelas entry-level.
Dalam penggunaan sehari-hari, layar ini memberikan pengalaman scrolling yang cukup halus saat membuka media sosial atau browsing. Untuk menonton video, layar besar juga terasa lebih lega.
Namun ada beberapa catatan. Warna layar cenderung sedikit warm atau kekuningan. Pengaturan warna memang bisa diubah, tetapi mendapatkan tone yang benar-benar netral tidak selalu mudah.
Kompromi lainnya ada pada resolusi yang masih HD+. Pada ukuran layar sebesar ini, ketajaman memang tidak setinggi panel Full HD.
Meski begitu, kombinasi layar besar dan refresh rate 120Hz tetap menjadi nilai jual utama di harga Rp1,7 juta.
Performa
Redmi A7 Pro menggunakan chipset Unisoc T7250 yang dipadukan dengan RAM 4 GB. Di tahun 2026, kapasitas ini memang tergolong minimal, namun masih bisa dimaklumi untuk kelas entry-level.
Untuk memberikan gambaran objektif, berikut hasil benchmark:
- AnTuTu: 400.807
- PCMark Work 3.0: 8.686
- 3DMark Wild Life: 582
- 3DMark Wild Life Extreme: 162
Hasil ini menunjukkan performa yang cukup untuk aktivitas dasar seperti browsing, chatting, dan media sosial.
Dalam penggunaan nyata, performa bisa dibilang cukup stabil. Multitasking ringan masih nyaman, meskipun bukan untuk beban berat.
Untuk gaming, perangkat ini masuk kategori “tipis-tipis bisa”. Game kasual berjalan lancar, sementara game populer masih bisa dimainkan dengan pengaturan tertentu.
- Mobile Legends: rata-rata 58 FPS (setting HD)
- Free Fire: rata-rata 58 FPS (setting Smooth)
Hasil ini menunjukkan pengalaman gaming masih cukup nyaman untuk kelas entry.
Dalam pengujian thermal, performa juga tergolong stabil:
- CPU Throttling: stabil di 95%
- 3DMark Stress Test: stabilitas hingga 98,6%
Artinya, penurunan performa akibat panas masih cukup terkontrol.
Baterai
Sektor baterai menjadi keunggulan utama Redmi A7 Pro. Dengan kapasitas 6.000 mAh, daya tahan perangkat ini tergolong sangat baik.
Dalam pengujian PCMark, baterai mampu bertahan hingga sekitar 20 jam, angka yang sangat impresif di kelasnya.
Untuk penggunaan sehari-hari seperti media sosial, browsing, dan streaming, perangkat ini bisa bertahan lebih dari satu hari.
Namun kompromi ada pada kecepatan charging. Redmi A7 Pro hanya menggunakan charger 15W.
- 0% ke 100%: sekitar 148 menit
Waktu pengisian sekitar 2,5 jam ini tergolong lambat, tetapi masih wajar mengingat kapasitas baterai yang besar.
Kamera
Di sektor kamera, Redmi A7 Pro membawa kamera utama 13 MP dan kamera depan 8 MP.
Dalam kondisi cahaya cukup, hasil foto masih layak untuk dokumentasi sehari-hari.
Namun di kondisi minim cahaya, kualitas menurun dan noise mulai terlihat.
Kamera depan cukup untuk video call dan selfie kasual.
Singkatnya, kamera di perangkat ini tidak ditujukan untuk fotografi serius, tetapi cukup untuk kebutuhan dasar.
Fitur Tambahan dan Software
Redmi A7 Pro sudah menggunakan HyperOS 3. Tampilan antarmuka masih familiar bagi pengguna Xiaomi.
Beberapa fitur menarik yang tersedia:
- Xiaomi Share
- Sinkronisasi clipboard
- Jack audio 3,5 mm
Perangkat ini masih menggunakan speaker single, tetapi fitur tambahan yang ada sudah cukup lengkap untuk kelas entry-level.
Kelebihan Redmi A7 Pro
- Layar 120Hz di harga murah
- Baterai 6000 mAh tahan lama
- Desain minimalis dan nyaman
- Sistem operasi terbaru
- Harga terjangkau
Kekurangan Redmi A7 Pro
- Resolusi layar masih HD+
- Performa terbatas untuk gaming berat
- RAM hanya 4 GB
- Charging cukup lambat
Kesimpulan
Dengan harga sekitar Rp1,7 juta, Redmi A7 Pro menawarkan nilai yang cukup menarik, terutama untuk pengguna yang mengutamakan baterai dan layar halus.
Perangkat ini memang bukan yang paling kencang, tetapi cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Kompromi seperti resolusi HD+ dan performa standar masih bisa dimaklumi di kelas harga ini.
Bagi pengguna yang mencari smartphone murah untuk media sosial, komunikasi, dan hiburan ringan, Redmi A7 Pro adalah pilihan yang layak dipertimbangkan.
Namun jika kebutuhan lebih ke gaming berat atau fotografi, mungkin perlu mempertimbangkan kelas di atasnya.
Secara keseluruhan, Redmi A7 Pro adalah paket entry-level yang fokus pada hal paling terasa: layar halus dan baterai tahan lama. (naya)
